Jenis-jenis Pola Asuh Anak

anak

Anak cerdas dan berperilaku baik merupakan keinginan tiap orangtua. Untuk mencapai hal tersebut orang tua memiliki peran penting di dalamnya mulai dari kandungan hingga anak berumur 6 tahun di mana perkembangan anak paling pesat.`

Pola asuh nantinya akan sangat berkontribusi terhadap kompetensi, emosional, dan intelektual anak. Psikolog yang akrab disapa Bunda Romi lebih jauh menjelaskan pola asuh apa saja yang dapat digunakan dalam mengasuh anak.

Ada empat pola asuh yang dapat digunakan secara bergantian, tidak ada pola asuh yang paling benar ataupun salah. Orangtua perlu menerapkan keempat pola asuh sesuai dengan situasi, lingkungan, serta kepribadian anak dan orangtua.

1. Pola Asuh Authoritarian (otoriter)

Orang tua berperan sebagai ‘bos’. Perilaku anak sangat terkontrol oleh orangtua.
Pola asuh ini tepat digunakan saat orangtua ingin mengajarkan pengetahuan bahasa, matematis, dan moral.

Pola asuh otoriter yang salah dapat menyebabkan kepribadian anak yang terbentuk menjadi mudah cemas, sedih, rendah kepercayaan diri, cenderung memberontak, dan tertekan.

 Jika tepat digunakan maka sifat anak yang dapat terbentuk meliputi disiplin, mandiri, tanggungjawab, serta idealis

 2. Pola Asuh Indulgent (Permisif)

Hubungan orangtua dan anak memiliki tingkat kehangatan yang tinggi namun kurang kontrol dari orangtua. Orang tua sangat terlibat dengan kehidupan anak dan cenderung bersikap lunak.

Pola asuh ini baik digunakan pada saat orangtua ingin mengembangkan kecerdasan seni dan imajinasi anak. Imajinasi anak akan berkembang jika orangtua tidak terlalu membatasinya.

Pola asuh permisif yang salah digunakan dapat menyebabkan anak menjadi manja, egois, tidak disiplin, dan mudah menyerah.

Hal positif yang datang dari pola asuh ini pada sifat anak meliputi percaya diri dan kreatif.

3. Pola Asuh Authoritative (Demokratis)

Orangtua memiliki kontrol yang tinggi dalam kehidupan anak dan menjaga hubungan yang hangat dengan anak. Orangtua bersikap tegas namun fleksibel.

Pola asuh ini akan berguna untuk membentuk pengetahuan sosial anak. Bagaimana anak memiliki kemampua berkerjasama dan berempati dengan orang lain.

 Pola asuh ini membentuk sifat anak yang ceria, cerdas, terbuka, dan percaya diri.

4. Pola Asuh Uninvolved (Tidak Terlibat)

Hubungan orangtua dengan anak kurang hangat dan kontrol pada anak rendah. Orangtua pasif terhadap kehidupan anak namun tetap memperhatikan kebutuhan dasar mereka.

Pola asuh ini baik digunakan saat anak ingin mengembangkan kemampuan sosial,pengetahuan alam, dan seni.

Pola asuh tidak terlibat jika digunakan dengan salah dapat membentum kepribadian anak yang kurang percaya diri, terhambat dalam penyesuaian diri, dan kurang perhatian.

Jika digunakan secara tepat, kepribadian anak yang dapat terbentuk meliputi spontan dan berani mencoba hal baru.(dtk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s