Ini Alasan Dirombaknya Kurikulum

Kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini terus bermunculan. Banyak pihak menanyakan alasan digantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 dengan standar isi yang jauh berbeda, khususnya untuk pendidikan tingkat dasar.


Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Dikdas Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan bahwa perubahan ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.

“Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja,” kata Ibrahim ketika dijumpai seusai Pemberian Penghargaan Siswa Berprestasi Tingkat Internasional dan Penganugerahan Piala Apresiasi Sastra Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar, di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut.

Ia mengakui bahwa untuk tingkat SD terjadi perubahan yang cukup besar mengingat basis tematik integratif yang dianut saat ini. Mata pelajaran yang dulu ada 10 bidang dikurangi menjadi tersisa enam mata pelajaran saja dengan pembagian empat mata pelajaran utama dan dua mata pelajaran muatan lokal.

“Jadi untuk pendidikan dasar, kami ambil yang sangat inti, seperti PPKn, Agama, Bahasa Indonesia, dan Matematika,” ungkap Ibrahim.

“Kami yakin dengan revisi ini, pendidikan di Indonesia akan menghasilkan generasi yang jauh lebih baik lagi dan siap menjawab tantangan ke depan,” tandasnya.

 Diprediksi Bakal Berumur Pendek

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dijalankan sejak tahun 2006 akan segera digantikan oleh Kurikulum 2013 mulai Juni tahun depan. Namun kurikulum baru ini diprediksi tidak akan jauh berbeda nasibnya dengan kurikulum sebelumnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Raihan Iskandar, mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang ada saat ini hanya fokus pada materi ajar saja. Sementara aspek pedagogik atau metode pengajaran yang dilakukan di sekolah tidak mengalami perubahan yang signifikan.

“Perubahan kurikulum ini masih fokus pada aspek materi ajar tanpa merevisi aspek guru dan pedagogiknya. Sebagus apapun materi ajar tidak akan diserap optimal oleh peserta didik tanpa pola ajar yang baik,” kata Raihan saat dihubungi, Kamis (29/11/2012).

“Nanti ujung-ujungnya, kurikulum 2013 tidak akan berguna. Cuma sebentar saja kurikulum direvisi lagi. Gonta-ganti kurikulum seperti ini tidak akan efektif,” imbuh Raihan.

Ia menegaskan bahwa aspek pedagogik yang berhubungan dengan guru ini sangat penting. Pasalnya, guru merupakan eksekutor yang menentukan berhasilnya penerapan kurikulum terhadap para peserta didik di sekolah. Untuk itu, pembahasan di tingkat atas mestinya menyinggung juga masalah ini bukan hanya sibuk berdebat masalah jumlah mata pelajaran.

Selanjutnya, ia mempertanyakan bentuk pembelajaran dari kurikulum baru ini. Pihak kementerian selalu menyebut bahwa dengan kurikulum baru ini, anak-anak yang diminta aktif mencari tahu sedangkan guru hanya mengarahkan anak-anak ini untuk melakukan observasi sendiri.

“Kurikulum baru ini kan maunya siswanya yang aktif. Tapi bagaimana bentuknya? Sepertinya ya masih tatap muka di kelas juga,” ujar Raihan.

Hal serupa pernah diungkapkan oleh Direktur Institute of Education Reform of Universitas Paramadina, Utomo Dananjaya bahwa selama ini kurikulum hanya dianggap semacam daftar mata pelajaran saja. Akibatnya, cara pandang yang salah tentang kurikulum ini juga membuat pola yang salah saat mengubah kurikulum.

“Pengurangan dan penambahan mata pelajaran itu bukan makna dari kurikulum. Jadi, jangan memandang kurikulum hanya mata pelajaran saja agar tidak salah sasaran,” ujar Utomo.(Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s