Kunci Jawaban UN Beredar, Mendikbud Turunkan Tim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berjanji menurunkan tim untuk mengecek kebenaran adanya peredaran kunci jawaban ujian nasional (UN) dengan tingkat kecocokan hingga 70% di Jombang, Jawa Timur.

“Tidak hanya Jombang, saya juga menurunkan tim untuk daerah lain (Sumut, Jatim, Jateng, Sultra, Sulsel) yang juga ada dugaan itu. Saya tidak mau gegabah, karena itu perlu tim untuk verifikasi,” katanya per telepon, Selasa (17/4).

Menurut mantan Rektor ITS Surabaya itu, jika tim verifikasi menemukan kebenaran kecurangan dan kebocoran UN, pihaknya akan menyiapkan UN ulang kepada siswa pada sekolah yang dicurigai.

“Kecurangan atau kebocoran UN itu sekarang mudah dilacak, nanti tim akan melacak dari belakang yakni percetakan mana, sehingga dari kode yang diketahui akan mudah diketahui darimana asal kebocoran itu,” ucapnya.

Ia mengaku tidak akan gegabah menyimpulkan kasus kunci jawaban UN di Jombang hingga 70% itu sebagai kesalahan pihak tertentu, apakah percetakan, sekolah, siswa, dinas pendidikan, pengawas, dan seterusnya.

Kalau benar, kata mantan Menkominfo itu, UN setempat akan diulang, tapi kalau tidak benar, misalnya, kunci jawaban yang beredar itu belum digunakan siswa, maka hal itu perbuatan oknum tak bertanggung jawab yang mengacu pada soal UN pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari pengalaman itu, di hari-hari pelaksanaan UN berikutnya, ia meminta pengawas UN untuk lebih aktif meneliti siswa yang menggunakan HP, memakai kertas untuk contekan, dan sebagainya.

Data Humas Kemendikbud mencatat pengaduan dari masyarakat atas isu kebocoran soal UN pada hari pertama (16/4) mencapai 27 kasus, isu kecurangan mencapai 54 kasus, dan beredarnya kunci jawaban 20 kasus. Selain itu, ada juga laporan soal tertukar sebanyak dua kasus. Total pengaduan 254 kasus.

Laporan itu antara lain beredarnya kunci jawaban lewat modus SMS di Jombang dan Jember (Jawa Timur); Temanggung dan Demak (Jawa Tengah); Kendari (Sulawesi Tenggara).

Di Jombang, kunci jawaban Bahasa Indonesia itu langsung dicek Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang dengan menghadirkan sejumlah guru Bahasa Indonesia, dan hasilnya 75% kunci jawaban dalam SMS itu benar.

Selain itu, ada pula pelajar yang ketahuan mencontek dan guru memberitahukan jawaban soal kepada anak didiknya. Kasus itu terjadi di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.(Ant)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s